fbpx Judul Saya
Kondisi Terkini Masjid Al-Aqsa: Sudah 11 Hari Tanpa Jamaah

Kondisi Terkini Masjid Al-Aqsa: Sudah 11 Hari Tanpa Jamaah

Masjidil Aqsa sudah 11 hari berlalu tanpa ada jamaah dikarenakan penutupan masjid yang dilakukan oleh Israel. Alasan keamanan membuat Israel menutup akses ke dalam Masjidil Aqsa dengan memakai pintu-pintu elektronik.

Mulai dari Jumat pekan lalu hingga hari ini (Selasa, 25/7/2017) penutupan itu masih berlangsung meskipun protes berdatangan dari seluruh dunia. Namun Israel sendiri masih bergeming dan tetap dengan pendiriannya dengan alasan keamanan.

Rakyat Palestina yang berdemo di sekitar kompleks Masjidil Aqsa berusaha dibubarkan secara brutal oleh tentara penjajah “Isarel.” Mereka menuntut agar kondisinya dikembalikan seperti semula tanpa ada pintu-pintu elektronik dan kamera pengawas.

Melansir dari alarabiya, Senin (24/7/2017) rakyat Palestina di Gaza, Dafa, dan kota-kota yang lain ikut menggelar aksi menyuarakan agar Masjidil Aqsa dikembalikan seperti semula. Tanpa pintu elektronik dan kamera pengawas. Namun aksi tersebut dibubarkan oleh tentara Israel dengan cara yang tidak manusiawi.

Respon Dunia dan Negara Islam

Negara-negara Islam juga mulai merespon setelah banyak desakan dari berbagai kalangan yang menilai lamban merespon. Salah satu negera yang mengecam tindakan Israel itu adalah Indonesia.

“Indonesia mengecam keras. Sekali lagi, Indonesia mengecam keras pembatasan beribadah di Masjid Al Aqsa,” ujar Jokowi di Universitas Ahmad Dahlan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017) dikutip dari liputan6.com.

Dikutip dari detik.com Delegasi 50 negara yang menghadiri Konferensi Pers PBB soal Yerusalem yang digelar di Baku, Azerbaijan, mengecam keras Israel.

“Penutupan Masjidil Aqsa oleh Israel adalah bentuk agresi yang sembrono dan terhadap hak asasi warga Palestina termasuk hal beribadah, yang kian menampakkan wajah buruk dan kejam pendudukan oleh Israel yang ilegal dalam segala hal,” ucap Dubes RI di Baku, Husnan Bey Fananie, seperti dilansir dalam rilis Delegasi Indonesia di Konferensi PBB yang dikutip oleh detik.com.

Sedangkan dilain pihak dikutip dari harianamanah.com, Liga Arab mengumumkan akan mengadakan pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab. Hal itu berdasarkan permintaan Yordania.

Sekjen Liga Arab, Mahmud Afifi dalam keterangannya Ahad (23/7/2017) mengatakan, pertemuan para menteri luar negeri arab itu akan membicarakan kekejaman dan kebiadaban Israel di Kota Al-Quds.

Dari beberapa negara Arab, Yordania dan Arab Saudi memang yang terdepan dalam memberikan perhatian kepada Palestina.

_________________

Sumber: harianamanah.com, liputan6.com dan detik.com

Bagikan ini di

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *