fbpx Judul Saya
FIKIH QURBAN: 3 Hal yang Sering Dianggap Sepele Tentang Qurban

FIKIH QURBAN: 3 Hal yang Sering Dianggap Sepele Tentang Qurban

Banyak sekali kitab fikih yang telah mengulas tentang fikih ibadah qurban, didalamnya terdapat penjabaran tentang rukun, syarat, serta tata cara pelaksanaan ibadah ini.

Dalam kesempatan kali ini, kita akan lebih fokus kepada beberapa hal terkait ibadah qurban yang belum familiar dipahami oleh masyarakat umum kita.

Secara umum mereka menganggapnya biasa dan lumrah namun ternyata itu adalah sebuah kesalahan yang harus dijauhi.

  1. Memotong rambut dan kuku

Jika sudah masuk tanggal 10 Dzulhijjah dan sudah ada niatan untuk berqurban, hendaklah dia menghindari atau menunda pemotongan kuku dan rambut kepala atau rambut anggota badan lainnya, hingga usai hewan qurbannya disembelih.

“إذا دخلت العشر، وأراد أحدكم أن يضحي، فلا يمس من شعره وبشره شيئا”

“Apabila kalian sudah melihat hilal dibulan Dzulhijjah da nada diantara kalian yang ingin berqurban, maka janganlah memangkas rambut dan memotong kukunya” (HR. Muslim, 3/1565, No. 1977).

Para Ulama’ fikih berbeda pendapat dalam menetapkan tingkat larangan ini, sebagian diantara mereka menyatakan haram, dan sebagian yang lain berpendapat hal ini makruh saja. (Shahih Fiqhis Sunah, 2/375).

Didalam madzhab Imam Syafi’i, madzhab terbesar di Negara kita, ditegaskan bahwa pemotongan rambut atau kuku hukumnya makruh. (Syarh Muslim Lin Nawawi, 3/138).

2. Mempermasalahkan berqurban dengan hewan betina

Sebagian masyarakat kita menganggap aneh, ketika ada hewan betina dijadikan sebagai hewan qurban. Bahkan mereka mengatakan bahwa lebih baik menunda membeli hewan qurban sampai tahun depan ketika dana sudah cukup daripada berqurban dengan hewan betina.

Ini adalah pemahaman yang kurang tepat, perincian terkait hal ini telah kita bahas diartikel sebelumnya dengan judul:

“Berqurban dengan hewan betina, sah-kah?”, didalamnya telah kita rincikan dalil-dalil yang membolehkan  berqurban dengan hewan betina.

3. Panitia qurban mengambil upah dari hewan qurban

Sudah maklum dan lumrah dimasyarakat kita, bahwa panitia qurban biasanya mendapatkan upah dari kegiatan kepanitiaannya, biasanya berupa kulit atau daging. Termasuk juga dalam hal ini orang yang bertugas memotong hewan-hewan qurban, biasanya dia diberi upah berupa kepala hewan atau bagian yang lainnya.

عن علي، قال: “أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقوم على بدنه، وأن أتصدق بلحمها وجلودها وأجلتها، وأن لا أعطي الجزار م%

Bagikan ini di