fbpx Judul Saya
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Beberapa saat lagi kita akan memasuki bulan ke-12 dari kalender Hijriah, bulan Dzulhijjah. 10 hari pertama dari bulan ini adalah waktu yang istimewa, dan keutamaannya tidak kurang dari keutamaan bulan Ramadhan.Sungguh sangat mengherankan, apabila kita bisa bersemangat dan sangat antusias beribadah di bulan Ramadhan, namun di 10 hari ini kita bermalas-malasan, atau apatis terhadap fadhilahnya, sehingga terlewat begitu saja, tanpa diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. (44 Faidah Fi ASyri Dzilhijjah, 1/15)
Allah Ta’ala Melebihkan Suatu Hal Diatas Hal Lainnya.Allah SWT telah melebihkan manusia diatas makhluk lainnya dalam rupa dan bentuk.

{لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ}

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At Tin: 4).
Allah Azza wa Jalla mengangkat derajat sebagian manusia diatas sebagian yang lainnya.

{… يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ}

“… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Mujadillah: 11).
Allah Ta’ala melebihkan rizki sebagian orang diatas sebagian yang lainnya.

{وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ…}

“Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki…” (QS. An Nahl: 71).
Semua ketentuan dan taqdir ini berjalan dengan landasan keadilan, jauh dari unsur kedzoliman, dan penuh hikmah, jauh dari unsur kesia-siaan; karena seluruhnya bersumber dari Dzat Yang Maha Adil, Maha Tahu, dan Maha Bijaksana.
Dan termasuk juga dalam hal ini, Allah Ta’ala telah melebihkan keutamaan beberapa hari dan bulan tertentu diatas yang lainnya. Diantaranya adalah 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah.

عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر”، فقالوا: يا رسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء”.

Dari Ibnu Abbas, berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah”. Mereka (para sahabat) bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad Fi Sabilillah?. Beliau menjawab: “Tidak juga jihad Fi Sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun” (HR. At Tirmidzi, 2/122, No. 757).

عن ابن عمر، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد”.

Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW bersabda: “Tidak ada hari yang paling agung dan lebih dicintai oleh Allah untuk berbuat kebajikan didalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini, maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid” (HR. Ahmad, 10/296, No. 6154).
…TIDAK JUGA JIHAD FI SABILILLAH?….
Ini adalah motivasi tingkat tinggi dari Rasulullah SAW kepada kita semua untuk lebih meningkatkan ibadah atau kebaikan apapun bentuknya itu pada momentum 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini. Jihad Fi Sabilillah, berperang melawan orang kafir dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya SAW, tentu membutuhkan modal keimanan dan mental yang besar dan kuat. Di balik ibadah yang sangat luar biasa ini, Allah telah menyediakan pahala yang sangat besar pula.

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “عليكم بالجهاد في سبيل الله، فإنه باب من أبواب الجنة، يذهب الله به الهم والغم”.

Dari Ubadah bin Ash Shamit RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Wajib atas kalian berjihad dijalan Allah; karena sesungguhnya jihad dijalan Allah itu merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu Surga, Allah akan menghilangkan dengannya dari kesedihan dan kesusahan” (HR. Hakim, 2/84, No. 2404).
Ibnu Rajab (wafat: 795 H) menjelaskan:

وإذا كان العمل في أيام العشر أفضل وأحب إلى الله من العمل في غيره من أيام السنة كلها صار العمل فيه وإن كان مفضولا أفضل من العمل في غيره وإن كان فاضلا ولهذا قالوا: يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله قال: “ولا الجهاد”

“ketika amalan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah dinilai afdhol dan dicintai oleh Allah dibanding hari-hari lainnya dalam setahun, maka amalan yang mafdhul (kurang afdhol) jika dilakukan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah dinilai lebih baik dari hari lainnya walau di hari lainnya dilakukan amalan yang lebih afdhol”(Lathaiful Ma’arif, 1/260)
Inilah pemahaman Ibnu Rajab yang beliau simpulkan dari sabda Nabi, “Tidak pula bisa ditandingi dengan jihad?”. Yang bisa menandingi keutamaan beribadah diwaktu ini adalah “orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”, syahid dimedan jihad. Sebab Kemuliaan Momentum Ini

السبب في امتياز عشر ذي الحجة لمكان اجتماع أمهات العبادة فيه وهي الصلاة والصيام والصدقة والحج

“Sebab keistimewaan 10 hari ini adalah berkumpulnya semua induk ibadah pada satu waktu,yaitu: ibadah sholat, ibadah puasa, sedekah dan ibadah haji” (Fathul Bari libni Hajar, 2/460).
Di waktu yang mulia ini berkumpul berbagai jenis ibadah yang mulia dihadapan Allah SWT:
1- Puasa.

عن هنيدة بن خالد، عن امرأته، عن بعض، أزواج النبي صلى الله عليه وسلم قالت: «كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم تسع ذي الحجة، ويوم عاشوراء، وثلاثة أيام من كل شهر…”

Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi SAW mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya…” (HR. Abu Dawud, 2/325, No. 2437, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).
2- Shalat, berquban, dan mensedekahkan daging qurban.

{ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ}

” Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah” (QS. AL Kautsar: 2).

{فصلِّ لربك} صلاة العيد.

“Dirikanlah shalat karena Tuhanmu” maksudnya adalah shalat ‘Ied” (Al Wajiz Lil Wahidi, 1/1236).

عن علي، قال: “أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقوم على بدنه، وأن أتصدق بلحمها وجلودها وأجلتها، …”

“Dari Ali bin Abi Thalib RA. Berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kepada saya agar saya mengurus unta qurban beliau, mensedekahkan dagingnya, kulitnya dan barang-barang yang merupakan pakaian unta itu, …” (HR. Muslim, 2/954, No. 1317).
3- Ibadah haji

عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” الحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة…”

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Haji mabrur tiada balasan baginya kecuali surge…” (HR. Ahmad, 12/309, No. 7354 & Shahih At Targhib wa At Tarhib, 2/7).
Semua ibadah besar ini sangat berpotensi mengundang cinta Allah Ta’ala, maka waktu berkumpulnya ibadah-ibadah ini menjadi sangat istimewa dihadapan-Nya. Dan sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Rajab, nilai pahala dari ibadah yang ditunaikan  pada momentum ini naik secara drastis.Kita sangat merugi jika kita melewatkan saat-saat istimewa ini berlalu begitu saja tanpa kita isi dengan ibadah yang maksimal.
Wallahu A’lam.

Oleh; Tim Mitra Wakaf dan Agus Purwanto Lc., M.Hum  (Dewan Syariah Mitra Wakaf)

Anda ingin berqurban?
Namun sering terasa berat saat menjelang Idul Adha?
Kini, ada solusi untuk Anda dan keluarga,
Insya Allah sekarang siapapun bisa berqurban
klik gambar di bawah ini

Bagikan ini di

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *