fbpx Judul Saya
Pembahasan Seputar Panitia Qurban

Pembahasan Seputar Panitia Qurban

Syariat Pembentukan Panitia Qurban

Ibadah qurban berbeda dengan ibadah zakat, dalam ibadah zakat ada pensyariatan secara tegas untuk membentuk panitia khusus zakat, amil zakat.

{إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا…}

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat (amil zakat),…” (QS. At Taubah: 60).

Sedangkan didalam ibadah qurban, Rasulullah SAW memberi contoh dengan menyembelih sendiri hewan qurbannya.

عن أنس، قال: “ضحى النبي صلى الله عليه وسلم بكبشين أملحين أقرنين، ذبحهما بيده، وسمى وكبر، ووضع رجله على صفاحهما”

“Dari Anas berkata: “Nabi SAW  berqurban dengan dua gibas (domba jantan) berwarna putih yang bertanduk. Ketika menyembelih beliau mengucapkan nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan kedua kakinya di pipi kedua gibas tersebut (saat menyembelih)” (HR. Bukhari, 7/102, No. 5565).

Namun ini bukan berarti tidak diperbolehkan membentuk panitia qurban, Rasulullah SAW pernah mewakilkan penyembelihan hewan qurban kepada Ali RA.

عن علي، قال: “أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقوم على بدنه، وأن أتصدق بلحمها وجلودها وأجلتها،…”

“Dari Ali RA. Berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kepada saya agar saya mengurus unta qurban beliau, membagikan dagingnya, kulitnya dan barang-barang yang merupakan pakaian unta itu, dan saya tidak memberi upah kepada jagal berupa daging unta…”(HR. Muslim, 2/954, No. 1317).

Dizaman saat ini, pembentukan panitia qurban sangatlah diperlukan sekali, dan kemashlahatannya luas sekali, diantaranya adalah:

1- tidak semua orang yang hendak berqurban mempunyai kecakapan untuk menyembelih hewan qurban.

2- dalam distribusi daging qurban, panitia biasanya sudah memiliki data lengkap pihak-pihak yang berhak mendapatkannya.

Hukum Upah Panitia Qurban

Akad yang terjalin antara orang yang berqurban dengan panitia qurban adalah akad Wakalah (perwakilan). Al Muwakkil (orang yang mewakilkan) adalah orang yang hendak berqurban dan Al Wakil adalah panitia.Dan para Ulama’ bersepakat atas bolehnya wakil mendapatkan upah atas tugas yang dia kerjakan.

اتفق الفقهاء على أن الوكالة قد تكون بغير أجر، وقد تكون بأجر

Para Fuqaha’ bersepakat atas bolehnya akad Wakalah, baik dengan adanya upah ataupun tanpa upah (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 45/90).

Sumber Upah

Panitia qurban memang berhak mendapatkan upah atas kepanitiaan mereka, namun yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai upah mereka diambil dari bagian daqing qurban atau bagian lainnya, misalnya kulit.

عن علي، قال: “أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقوم على بدنه،…، وأن لا أعطي الجزار منها”، قال: “نحن نعطيه من عندنا”

“Dari Ali RA. Berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kepada saya agar saya mengurus unta qurban beliau,…, dan saya tidak memberi upah kepada jagal berupa daging unta”, Ali berkata: “Kami memberi upah kepada jagal dari harta kami sendiri” (HR. Muslim, 2/954, No. 1317).

Panitia Qurban Harus Faham Fikih Sembelihan

Panitia qurban haruslah memahami dengan baik fikih sembelihan, cara menyembelih yang tepat dan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Baca Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban

Wallahu A’lam

Oleh; Tim Mitra Wakaf dan Agus Purwanto Lc., M.Hum  (Dewan Syariah Mitra Wakaf)

Anda ingin berqurban?
Namun sering terasa berat saat menjelang Idul Adha?
Kini, ada solusi untuk Anda dan keluarga,
Insya Allah sekarang siapapun bisa berqurban

klik gambar di bawah ini

Bagikan ini di

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *