fbpx Judul Saya
Ibadah-Ibadah Prioritas di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Ibadah-Ibadah Prioritas di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Rasulullah SAW dalam sebuah hadist memotivasi kita untuk lebih maksimal dalam beribadah di sepuluh hari pertaama bulan Dzulhijjah.

عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر”، فقالوا: يا رسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء”.

Dari Ibnu Abbas, berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah”. Mereka (para sahabat) bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad Fi Sabilillah?. Beliau menjawab: “Tidak juga jihad Fi Sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun” (HR. At Tirmidzi, 2/122, No. 757).

Pertanyaan selanjutnya adalah amalan apakah yang seyogyanya lebih kita prioritaskan dimomentum istimewa ini?Kembali kita lihat hadist diatas, Rasululullah SAW bersabda: “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini…”. Yang perlu kita garis bawahi adalah redaksi kata “amal shalih (العمل الصالح), dalam ilmu Ishul Fiqh kata seperti ini masuk kedalam katagori kata umum, maka seluruh aktifitas yang bernilai ibadah atau amal shalih masuk kedalam cakupan hadist diatas.Maka seyogyanya kita lebih antusias dalam menunaikan ibadah dimomentum berharga ini, ibadah secara umum apapun bentuknya itu, termasuk didalamnya shalat lima waktu dengan berjama’ah didalam masjid, tilawatul Qur’an, silaturrahim, dll.Terutama berdzikir; karena secara khusus menyebutkannya dalam kaitannya dengan hal ini.

عن ابن عمر، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد”

Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW bersabda: “Tidak ada hari yang paling agung dan lebih dicintai oleh Allah untuk berbuat kebajikan didalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini, maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid” (HR. Ahmad, 10/296, No. 6154).

Dan tentunya yang harus mendapatkan perhatian khusus serta lebih kita prioritaskan adalah ibadah-ibadah yang hanya bisa ditunaikan pada hari-hari ini, diantaranya adalah:

1- Puasa 9 hari awal bulan Dzulhijjah.

عن هنيدة بن خالد، عن امرأته، عن بعض، أزواج النبي صلى الله عليه وسلم قالت: “كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم تسع ذي الحجة، ويوم عاشوراء، وثلاثة أيام من كل شهر…”

Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi SAW mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya…” (HR. Abu Dawud, 2/325, No. 2437, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Terutama puasa ‘Arafah tanggal 9 Dzulhijjah, kecuali bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah Haji. (Shahih Fiqh As Sunah, 2/137)

“… صيام يوم عرفة، أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله، والسنة التي بعده…”

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah akan menghapuskan (dosa) setahun yang telah lalu dan setahun sesudahnya” (HR. Muslim, 2/818, No. 1162).

عن ميمونة رضي الله عنها: أن الناس شكوا في صيام النبي صلى الله عليه وسلم يوم عرفة فأرسلت إليه بحلاب وهو واقف في الموقف فشرب منه والناس ينظرون

Dari Maimunah RA: “Bahwa orang-orang ragu-ragu mengenai puasa Nabi SAW pada hari Arafah, lalu dikirim kepada beliau susu ketika beliau wukuf di Arafah, lalu beliau meminumnya dan orang-orang melihatnya” (HR. Bukhari, 3/42, No. 1989).

2- Shalat ‘Ied, berquban, dan mensedekahkan daging qurban.

{ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ}

” Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah” (QS. AL Kautsar: 2).

{فصلِّ لربك} صلاة العيد.

“Dirikanlah shalat karena Tuhanmu” maksudnya adalah shalat ‘Ied” (Al Wajiz Lil Wahidi, 1/1236).

عن علي، قال: “أمرني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقوم على بدنه، وأن أتصدق بلحمها وجلودها وأجلتها، …”

“Dari Ali bin Abi Thalib RA. Berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kepada saya agar saya mengurus unta qurban beliau, mensedekahkan dagingnya, kulitnya dan barang-barang yang merupakan pakaian unta itu, …” (HR. Muslim, 2/954, No. 1317).

3- Ibadah haji.

عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” الحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة…”

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Haji mabrur tiada balasan baginya kecuali surga…” (HR. Ahmad, 12/309, No. 7354 & Shahih At Targhib wa At Tarhib, 2/7).

Kesimpulan & Penekanan.Kita tentunya mendambakan untuk memperoleh cinta dan ridho dari Allah SWT, dan momentum 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah adalah peluang besar bagi kita untuk merealisasikannya, dengan mengisi hari-hari ini dengan ibadah-ibadah prioritas diatas, selain itu juga ibadah-ibadah umum lainnya. Mari kita makmurkan masjid dengan shalat berjama’ah, kita hiasi rumah kita dengan bacaan Al Qur’an, kita basahi lidah kita dengan berdzikir kepada Allah Ta’ala, dls. Jangan sampai momentum ini terlewat begitu saja tanpa aktifitas yang berharga.Semoga bermanfaat.

Oleh; Tim Mitra Wakaf dan Agus Purwanto Lc., M.Hum  (Dewan Syariah Mitra Wakaf)

Anda ingin berqurban?
Namun sering terasa berat saat menjelang Idul Adha?
Kini, ada solusi untuk Anda dan keluarga,
Insya Allah sekarang siapapun bisa berqurban

klik gambar di bawah ini

Bagikan ini di

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *